Skip to main content

Hugo




Sebelumnya perlu diketahui, kalau film ini dinominasikan 11 penghargaan (peraih nominasi terbanyak) pada ajang academy awards ke 84 dan akhirnya memenangi 5 penghargaan yakni best sound mixing, best sound editing, best art direction, best visual effects dan best cinematography. Sayang film ini gagal meraih kategori film terbaik yang ternyata jatuh kepada The Artist. Cerita film ini diangkat dari buku fiksi terlaris versi New York times yang berjudul "The Invention of Hugo Cabret" yang ditulis oleh Brian Selznick.

Hugo, adalah nama seorang anak yatim piatu yang tinggal di stasiun kereta api. Sebelum meninggal, Ayah Hugo yang seorang mekanik arloji mewariskan sebuah robot  rusak yang ia temukan di Museum. Hugo sangat berambisi untuk memperbaiki robot itu karena ia yakin pasti ada pesan tersembunyi yang ditinggalkan ayahnya melalui benda tersebut. Perjuangannya untuk mencari jawaban akhirnya membawanya pada seorang gadis haus petualangan bernama isabelle (diperankan Chloe Moretz) yang ternyata mau membantunya memecahkan teka-teki tersebut. Namun perjuangan Hugo Tidaklah mudah, karena berkali-kali ia harus bermain kucing kucingan dengan inspektur di stasiun yang hobi menangkap anak-anak gelandangan untuk dikirim ke panti asuhan. Juga ia bermasalah dengan seorang kakek penjual mainan pemarah yang ternyata adalah ayah angkat Isabelle. Mampukah Hugo memperbaiki robot tersebut dan mengungkap pesan tersembunyi dari Ayahnya?
Lalu mengapa Ayah angkat Isabelle begitu marah ketika melihat buku catatan milik Hugo yang berisi coretan dan gambar tentang robot peninggalan Ayahnya?


Aku tidak heran kalau film Hugo meraih penghargaan-penghargaan tersebut, karena memang saat menonton film ini kita akan merasa begitu nyaman dengan gambar maupun suara-suara yang dihasilkan film ini.
Bicara soal cerita, sebenarnya ceritanya juga sangat bagus. Durasi yang lumayan panjang tak membuat jenuh pada saat menontonnya, malah aku semakin terbawa dengan rasa penasaran untuk menemukan jawaban seperti halnya rasa penasaran Hugo pada pesan ayahnya.
Alur film yang mendapat rating semua umur ini memang berjalan perlahan, namun begitu menghanyutkan. ceritanya mudah dicerna meski sebenarnya punya banyak pesan di dalamnya.

Segala sesuatu diciptakan pasti karena suatu tujuan. Seperti halnya mesin yang diciptakan manusia. Jam dibuat dengan tujuan untuk menunjukkan waktu, kereta dibuat untuk mengantarkan orang. Sebuah mesin dapat dikatakan rusak jika ia tidak bisa lagi melakukan fungsi sesuai tujuannya. Begitu juga manusia yang diciptakan Tuhan, jika seseorang tak punya tujuan hidup. Maka bisa jadi ia telah menjadi manusia yang rusak. Tanpa semangat, tanpa cahaya, tanpa harapan.

Sebuah mesin tersusun dari berbagai komponen dengan fungsinya masing-masing tanpa ada satupun yang berada di sana tanpa guna. Jikalau dunia ini diibaratkan mesin, maka semua makhluk yang ada di dalamnya pun juga telah diciptakan dengan fungsinya masing-masing. Artinya, semua yang telah diciptakan olehNya adalah istimewa. Maka dari itu kita tidak boleh memandang rendah terhadap orang lain, karena manusia memang diciptakan dalam beraneka ragam sifat maupun rasnya. Masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak boleh rendah diri.

umm..
Agak spoiler dikit nih.. Karena film ini aku akhirnya mendapat pengetahuan baru tentang tokoh yang begitu berpengaruh dalam dunia perfilman. Sebelumnya aku sama sekali tidak mengenal nama Georges Méliès. Kupikir nama itu hanya tokoh fiksi yang ada di film ini. Nyatanya.. ketika aku iseng mencari di wikipedia, bahkan youtube. ternyata apa yang diceritakan dalam film ini benar adanya.. (walau tidak semuanya sih)

Yap. Inti dari cerita Hugo adalah tentang dunia perfilman. Bagaimana cerita awal ditemukannya film dengan efek khusus. seperti teknik menghilangkan manusia, pemotongan film, sampai mewarnai film. Hugo memang bukan cerita petualangan seru untuk menjelajahi dunia, namun Hugo menyajikan petualangan untuk mengungkap sebuah cerita tentang sejarah perfilman.
Mungkin benar apa yang dikatakan orang orang, film ini dibuat atas dasar rasa cinta terhadap dunia film.
yah..  tonton sendiri aja deh! :)

Comments

Popular posts from this blog

9-9-81 Satu cerita dalam 9 Kisah

9-9-81 adalah film produksi Thailand yang (katanya) dibuat berdasarkan kisah nyata. Hal tersebut cukup bisa diterima, mengingat kisah dalam film ini sebenarnya sederhana saja; Seorang wanita tewas bunuh diri setelah mendengar calon suaminya meninggal karena kecelakaan. Namun uniknya, film ini disajikan dengan 9 sudut pandang berbeda, dengan 9 sutradara yang berbeda pula, Yang mana ke - 9 kisah kisah tersebut nantinya akan membentuk satu kesatuan yang saling berkaitan dan terangkai menjadi sebuah cerita utuh. Sebuah konsep yang sangat menarik!!

Film ini dibuka dengan adegan seorang wanita cantik yang mengenakan pakaian pengantin lengkap. Ia berjalan perlahan menuju atap apartemen dan berdiri di pinggiran. Sedetik kemudian tampak wanita itu sudah meluncur bebas menuju tanah. Menuju kematiannya..
Lalu cerita pun dimulai..

The Notebook - Film Paling Romantis?

Entah kenapa aku lagi pengen drama romantis.. Iseng-iseng nyari rekomendasinya di google. Dan kebetulan film inilah yang pertama aku temukan beserta link downloadnya. Ya sudah, hajar! hehe..

The notebook (2004) Bercerita tentang kisah cinta Noah, seorang pemuda desa miskin dan Allie, gadis kota dari keluarga berada. Berbagai rintangan mereka lalui dalam hubungan mereka. Jarak dan waktu pun tak lantas melunturkan rasa di antara mereka. Terdengar romantis bukan? itu belum apa-apa, kalian akan menemukan berbagai momen-momen yang begitu menyentuh hati ketika menonton sendiri filmnya.

Film ini dibuka dengan adegan seorang lelaki mengayuh perahu di danau pada senja hari. disekelilingnya, burung angsa beterbangan entah menuju ke mana. Dari sebuah rumah di dekat sana seorang wanita tua sedang memperhatikan dia, dengan tatapan yang penuh makna. Sungguh sebuah adegan pembuka yang luar biasa, ditambah lagi adegan itu diiringi backsound instrumen piano. Menit-menit pertama yang langsung membuatk…

Untuk apa kita sekolah?

Coba kita jawab pertanyaan ini. Mengapa kita harus sekolah? Mungkin jawaban yang paling umum dan paling benar yang kebanyakan orang jawab adalah: Agar kita menjadi pintar. Agar kita menjadi lebih siap untuk menjalani setiap tantangan hidup di masa dewasa nanti. Agar kita bisa menjadi manusia yang berkualitas, berguna untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, bahkan bangsa dan negara. Seiring berjalannya waktu, tujuan itu secara tak disadari akan memudar. Sekolah akan menjadi satu kebiasaan rutin yang dilakukan anak dari usia 5 tahunan sampai ia beranjak dewasa kelak. Pada akhirnya yang terjadi hanyalah ia Cuma melakukan kebiasaan rutin tersebut karena itulah yang dilakukan anak anak lain seusianya. Niat sebenarnya sekolah adalah untuk  menempa diri agar menjadi manusia yang berkualitas telah menjadi prioritas yang kesekian, setelah rutinitas untuk bertemu teman, nyari pacar, dan juga hanya untuk lulus dengan nilai baik.