Skip to main content

LDR



Hm.. hey!! Sebelumnya aku mau ngasih tau, kalau LDR yang aku maksud disini itu Long Distance Relationship ya.. bukannya Loan to Deposit Ratio, bukan juga Lari Dari Rutan J
Sepertinya banyak sekali insan yang menjalani kisah cinta dengan drama seperti ini. Sudah merasa cocok, sudah merasa pas, tapi ternyata harus dipisahahkan oleh jarak dan waktu. Sebuah kisah klasik yang akan mengundang seribu warna dalam sebuah percintaan. Tetapi bagaimanapun, LDR adalah salah satu “ujian” keseriusan dalam suatu hubungan. Yang mau tidak mau harus dijalani jika memang sudah takdirnya untuk demikian. Lantas, seperti apa sih cara menjalani LDR itu?

Pertama, mungkin sebagian orang sudah bisa membayangkan bagaimana rumitnya hubungan seperti ini. Kita berada di tempat yang jauh dari dia.. tidak tau dia sedang apa, sedang dimana, atau sedang dengan siapa. Cara paling aman dan sedikit “tidak nyaman” adalah sering-seringlah berkomunikasi. Bagaimanapun juga komunikasi adalah suatu hal yang sangat penting  dalam hidup ini. Lagipula zaman sekarang komunikasi sudah semakin mudah saja..  biarpun dia berada di belahan dunia yang lain kita tetap saja masih bisa berkomunikasi. Sms boleh, telepon bisa, kalo kangen dengan wajahya video call aja. Atau video chat boleh juga.
Tapi.. untuk itu semua pasti akan ada “harga” yang harus dibayar.. yah.. gapapa lah,, buat dia apa sih yang enggak??

Kedua, harus bisa saling percaya dan saling menjaga kepercayaan. Nah ini yang paling penting..
Kadang, pasti ada suatu masa dimana dia tidak bisa dihubungi. Atau tidak membalas sms kita. Jangan dulu berburuk sangka. Siapa tau dia sedang bekerja, sedang  kuliah, sedang test, atau sedang melakukan ritual di toilet? Tunggulah bebarapa saat dulu. Baru hubungi dia kembali. Jika masih belum ada jawaban, teruslah berfikir positif. Masih banyak berbagai kemungkinan baik selain menuduh dia macam-macam dibelakang kita.

Ketiga, namanya juga pacaran jarak jauh..  meskipun bisa terus menjaga komunikasi tetap saja ada yang kurang jika dibandingkan dengan ketemu langsung.  Yah... begitulah. Kadang kita akan merasakan kesepian karena kurang dapat menyalurkan rasa sayang kepada dia. Solusinya, mungkin bisa dengan memelihara hewan peliharaan. Dengan begitu kita bisa mencurahkan perhatian dan kasih sayang kita yang terpendam.

Ke empat, kalau udah kangen kangen berat nih... ga ada salahnya juga pergi mengunjungi dia. Mungkin bisa ambil cuti atau bolos kuliah :D tapi tentu itu semua perlu biaya yang tidak sedikit. Gapapa toh, sekali-sekali. Kalau kata lirik lagu “gunung kudaki lautpun kan kusebrangi”
hehe.. usaha usaha..
Tapi sebelumnya pastikan kamu tau pasti alamat dia, dan waktu yang tepat untuk berkunjung.  Jangan sampai nanti pas kita datang ternyata pas dianya lagi sibuk banget.. eh, malah ga ada waktu buat kita. Atau pas kita udah capek capek kesana, namun yang ditemui bukan dirinya... sayang... yang diterima alamat palsu .

Namun dibalik semua ketidaknyamanan di atas, sesungguhnya LDR juga memiliki sisi positif.. setidaknya dengan jarang bertemu dapat menghindarkan kita dari dosa-dosa karena keseringan kontak fisik J.selain itu, hubungan ini kalau kita bisa menjaga bisa lebih awet loh.. soalnya kan ga cepet bosan. Ketika bisa bertemu pun rasanya gimanaaa.. gitu. Sesuatu banget yah.

Comments

  1. padahal mau ngasih hadiah buat yang pertamax..
    tapi ga tau ngasihnya kemana. ga ada identitasnya sih :(

    ReplyDelete
  2. Keduax..
    Hehehe...:D
    Ada ayu tingting ngelinap disitu yah :D #SESUATU ;p

    ReplyDelete
  3. Dimana? Dimana? Dimana ayu tingtingnya?
    kd keliatan
    yg aku liat ada Ayusky aja :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

9-9-81 Satu cerita dalam 9 Kisah

9-9-81 adalah film produksi Thailand yang (katanya) dibuat berdasarkan kisah nyata. Hal tersebut cukup bisa diterima, mengingat kisah dalam film ini sebenarnya sederhana saja; Seorang wanita tewas bunuh diri setelah mendengar calon suaminya meninggal karena kecelakaan. Namun uniknya, film ini disajikan dengan 9 sudut pandang berbeda, dengan 9 sutradara yang berbeda pula, Yang mana ke - 9 kisah kisah tersebut nantinya akan membentuk satu kesatuan yang saling berkaitan dan terangkai menjadi sebuah cerita utuh. Sebuah konsep yang sangat menarik!!

Film ini dibuka dengan adegan seorang wanita cantik yang mengenakan pakaian pengantin lengkap. Ia berjalan perlahan menuju atap apartemen dan berdiri di pinggiran. Sedetik kemudian tampak wanita itu sudah meluncur bebas menuju tanah. Menuju kematiannya..
Lalu cerita pun dimulai..

The Notebook - Film Paling Romantis?

Entah kenapa aku lagi pengen drama romantis.. Iseng-iseng nyari rekomendasinya di google. Dan kebetulan film inilah yang pertama aku temukan beserta link downloadnya. Ya sudah, hajar! hehe..

The notebook (2004) Bercerita tentang kisah cinta Noah, seorang pemuda desa miskin dan Allie, gadis kota dari keluarga berada. Berbagai rintangan mereka lalui dalam hubungan mereka. Jarak dan waktu pun tak lantas melunturkan rasa di antara mereka. Terdengar romantis bukan? itu belum apa-apa, kalian akan menemukan berbagai momen-momen yang begitu menyentuh hati ketika menonton sendiri filmnya.

Film ini dibuka dengan adegan seorang lelaki mengayuh perahu di danau pada senja hari. disekelilingnya, burung angsa beterbangan entah menuju ke mana. Dari sebuah rumah di dekat sana seorang wanita tua sedang memperhatikan dia, dengan tatapan yang penuh makna. Sungguh sebuah adegan pembuka yang luar biasa, ditambah lagi adegan itu diiringi backsound instrumen piano. Menit-menit pertama yang langsung membuatk…

Untuk apa kita sekolah?

Coba kita jawab pertanyaan ini. Mengapa kita harus sekolah? Mungkin jawaban yang paling umum dan paling benar yang kebanyakan orang jawab adalah: Agar kita menjadi pintar. Agar kita menjadi lebih siap untuk menjalani setiap tantangan hidup di masa dewasa nanti. Agar kita bisa menjadi manusia yang berkualitas, berguna untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, bahkan bangsa dan negara. Seiring berjalannya waktu, tujuan itu secara tak disadari akan memudar. Sekolah akan menjadi satu kebiasaan rutin yang dilakukan anak dari usia 5 tahunan sampai ia beranjak dewasa kelak. Pada akhirnya yang terjadi hanyalah ia Cuma melakukan kebiasaan rutin tersebut karena itulah yang dilakukan anak anak lain seusianya. Niat sebenarnya sekolah adalah untuk  menempa diri agar menjadi manusia yang berkualitas telah menjadi prioritas yang kesekian, setelah rutinitas untuk bertemu teman, nyari pacar, dan juga hanya untuk lulus dengan nilai baik.