Sleep Pharalysis (cerpen)


02.53
Dari sudut jalan nampak bias cahaya lampu terlihat melalui jendela kamar Sam, yang menandakan masih ada aktivitas yang terjadi di kamar tersebut. Sudah terlalu larut memang. Bagi pelajar SMA seperti Sam, di jam seperti ini seharusnya ia sedang terlelap dan beristirahat guna mengisi tenaga agar bisa konsentrasi untuk sekolahnya besok pagi. Namun faktanya sekarang, Sam masih terjaga. Ia bukannya tak bisa tidur, namun ia tidak berani untuk tidur. Ia terlalu takut.. karena sesuatu yang sangat mengerikan menanti dirinya apabila ia sampai lengah dan terlelap. Sesuatu yang baru saja dialaminya sekitar satu jam yang lalu !!



01.50
Gerimis kecil seakan melengkapi sunyinya bumi di malam itu. Jalanan begitu lengang, sama sekali tak terlihat tanda tanda kehidupan di sana. Para petugas ronda pun sepertinya enggan untuk meninggalkan pos mereka. Rasa malas semakin tumbuh karena didorong hawa yang dingin. Keadaan yang begitu sempurna untuk beristirahat.
Dari kamar Sam,, terlihat remaja itu sedang tidur dengan posisi telentang. Melalui kelopak matanya yang tertutup tampak bola mata yang bergetar dengan begitu cepatnya. Mimik wajahnya kaku, tegang. Sam memang sedang bermimpi dalam tidurnya.. lebih tepatnya mimpi buruk !!

01.51 (alam mimpi sam)
Sam Berjalan menyusuri pantai. Tidak ada orang lain selain dirinya di sana. Suasana begitu damai.. dan tenang. Setenang ombak di tengah laut sana. Dari ujung garis laut sinar jingga memancar mesra oleh mentari yang mulai bersiap menutup hari. Sam sangat menikmati suasana tersebut. Ia berbaring di atas kapas putih yang membentang bak permadani, menggantikan fungsi pasir di pantai itu.

Langit mulai gelap

Dari laut terdengar suara yang mirip auman macan. Sedetik kemudian petir menyambar dari langit, mencoba membelah hamparan air di laut. Kemudian semuanya benar benar menjadi gelap.

Auman itu terdengar lagi. Sam mulai ketakutan, iapun segera berlari meninggalkan pantai tersebut dan tiba tiba saja ia sudah berada dalam sebuah rumah tua.

Tidak banyak benda di dalam rumah tua tersebut, yang ada hanya ruang tamu yang begitu luas, namun dipenuhi sarang laba-laba dan juga sebuah ruangan lagi dengan pintu yang tertutup. Sam mencoba membuka pintu tersebut.

Kreeeeeek......

Bunyi berderit dari pintu tua itu membuat bulu kuduk Sam berdiri. Pintu itu mengantarnya pada sebuah kamar berukuran sedang, dengan sebuah ranjang tua dan lemari cermin kaca seukuran tinggi manusia. Di depan lemari kaca itu ada seorang wanita tua berambut putih duduk di kursi goyang membelakangi Sam sambil menyisir rambut panjangnya. Sam dapat melihat kulit wajahnya yang keriput melalui pantulan pada cermin itu. Namun sang wanita tampak tak menggubris kehadiran Sam di sana.

Sam membalikkan badan untuk keluar dari kamar tersebut. Namun ia tersentak karena sang wanita tua ternyata sudah berdiri di hadapannya. Sam terjatuh saking kagetnya.

Wanita tua itu melotot. Rambut putih panjangnya melambai ditiup angin yang tiba tiba menjadi sangat kencang.

“PEE UMM.... PEE UMM..... PEE UMM..........”

Teriakan wanita tua itu begitu memekakkan telinga. Sam yang ketakutan langsung berlari meninggalkan rumah tersebut. Ia berlari dan terus berlari hingga tak sadar kalau kini ia sudah berada di tengah hutan.
Suasana di hutan begitu gelap. Cahaya terang dari bulan purnama tak cukup untuk menembus rimbunnya dedaunan dari pohon di sana. Berbagai suara hewan kecil turut meramaikan nyanyian malam, menyambut kedatangan Sam di dalam hutan itu.

Dari tadi perasaan Sam sangat tidak enak. Ia merasa seakan akan sedang diawasi oleh sesuatu yang bersembunyi di antara pohon pohon disekitarnya. Rasa tidak enak itu pula yang membuat Sam kini berlari tanpa arah, yang ia pikirkan sekarang hanyalah bagaimana caranya keluar dari hutan tersebut. Hingga kemudian langkah Sam terhenti, ia melihat sesuatu yang janggal sekitar 10 meter di depannya. Pada semak semak di depannya terlihat dua sinar cahaya yang memancar tajam ke arahnya, Sam tau betul kalau itu bukan sebuah lampu ataupun kunang-kunang. Itu adalah sepasang mata !!

Sepasang mata dari makhluk yang entah apa itu menatap tajam ke arahnya. Sam masih belum bisa menyimpulkan itu makhluk apa, apakah singa, harimau, atau serigala. Nalurinya mengatakan kalau tatapan itu adalah tatapan yang sangat jahat. Seperti tatapan pemburu yang sedang mencari mangsa.

Makhluk itu mulai menampakkan kepalanya di balik semak semak. Sam terpana! Yang ada di hadapannya sekarang ini bukanlah hewan buas penunggu hutan seperti harimau dan sebagainya. Makhluk itu memiliki dua tangan dan kaki seperti layaknya manusia, tidak besar.. mungkin tingginya hanya sebatas dada Sam. Tapi wajahnya sungguh sangat mengerikan !!

Makhluk itu hanya memiliki rambut di bawah telinga sampai leher. Kulitnya hitam legam, dengan kepala gundul. Matanya sangat tajam dan bersinar seperti mata kucing. Tidak terlihat ada hidung, namun mulut makhluk ini besar sekali. Dari mulut tersebut tampak 4 buah taring yang sepertinya sangat haus akan mangsa.

Makhluk tersebut masih menatap Sam. Namun sedetik kemudian ia bergerak cepat untuk menerkam Sam yang berada sekitar 10 meter di hadapannya.

Sam yang dari tadi hanya terpana kini sadar kalau ia sedang dalam bahaya. Tanpa pikir panjang lagi ia langsung berlari untuk menghindari kejaran makhluk tersebut. Sepertinya lomba lari ini berjalan seimbang, sampai kaki Sam tersandung akar pohon yang membuat larinya harus terhenti karena jatuh.

Aksi kejar kejaran harus berakhir.

Sam kini hanya bisa terduduk dan melihat makhluk menyeramkan itu berdiri di hadapannya. Ia berharap semua ini hanya mimpi. Dan ia ingin bangun sekarang!!!
Makhluk hitam itu kembali memamerkan taring panjangnya, bersiap menerkam Sam yang sudah tak berdaya. Sam semakin yakin kalau ini semua hanya mimpi. Dan ia harus bangun!!

Harus bangun!!!
Harus banguuuun !!!!

01.52
Mata Sam sudah bisa terbuka. Akhirnya ia terbangun dari mimpi buruk itu. Nampak keringat dingin bercucuran dari wajahnya, nafas tak beraturan pun masih mengiringi detak jantung remaja tersebut.
Bola mata Sam sudah mulai beradaptasi dengan cahaya lampu tidur yang ada di kamarnya. Iapun perlahan bisa melihat suasana dan benda di kamarnya. Jam dinding yang menunjukkan hampir jam 2 pagi, lemari pakaiannya yang salah satu pintunya terbuka, dan juga gorden lusuh yang menutupi jendela kamarnya. Pandangan Sam terhenti sejenak saat ia menerawangkan mata ke langit langit kamarnya. Samar terlihat bayangan hitam tepat berada di atas badannya, detik detik berikutnya bayangan tersebut semakin jelas... dan semakin jelas. Hingga kemudian bayangan itu tak lagi menjadi bayangan. Bayangan itu telah memilki bentuk yang tetap.... bentuk yang sangat dikenali Sam sebelumnya. Itu adalah makhluk mengerikan yang mengejar ngejarnya di alam mimpi tadi!!

Sam ingin berteriak. Namun tak ada sedikitpun suara yang keluar dari mulutnya. Bahkan bibirnya hanya bisa bergetar tanpa bisa terbuka. Sam tidak bisa bergerak. Makhluk itu kini menindih tubuhnya yang kurus tersebut. Ia tak berdaya, nafasnya semakin sesak.

Makhluk mengerikan itu mulai menggerakkan tangannya untuk menggapai wajah Sam. Kuku-kukunya yang berkilau seakan memberi peringatan betapa tajamnya ia. Sam tak bisa berbuat apa apa lagi. Tubuhnya tak mampu melawan, semua otot otot tubuhnya seakan sudah tak berfungsi lagi.
Degup jantung Sam semakin kencang. Ia tentu tidak mau pasrah dengan keadaan seperti ini. Dengan seluruh kekuatan yang tersisa ia mencoba untuk menggerakan ujung jari tangan maupun kakinya.
Berhasil !!

Jari tangannya bisa bergerak. Mulutnya pun sudah terbuka dan spontan mengeluarkan teriakan kecil yang lemah.

“Aaaarrrgh..”

Teriakan tersebut membuat makhluk itu tiba tiba Lenyap. Bersamaan dengan itu akhirnya seluruh tubuh Sam bisa digerakkan kembali. Namun nafasnya masih tersengal sengal, Tubuhnya berkeringat.

03.00
Hujan Semakin Deras
Sam masih tidak berani untuk tidur kembali. Bayangan akan serangan makhluk mengerikan itu masih terus menghantui dirinya. Lampu kamarpun masih ia hidupkan untuk mengurangi rasa takutnya.
Tiba tiba Sam mempunyai ide untuk mencari tahu apa yang sebenarnya ia alami tersebut di Internet. Dengan bantuan laptop plus modem untuk koneksi internet, Sam mencari data tentang makhluk yang menindih manusia saat tidur. Pencariannya tak sia sia..
Ada banyak cerita menakutkan tentang mitos makhluk mengerikan yang suka menindih orang saat tidur. Namun Sam tak mempedulikannya. Ia lebih tertarik pada satu artikel yang memuat penjelasan logis tentang gangguan tindihan tidur atau yang ternyata mempunyai istilah Sleep Pharalysis itu. Akhirnya Sam bisa lega.
Sleep Pharalysis adalah gangguan tidur yang disebabkan ketidakteraturan tahapan tidur. Secara sederhananya Kelumpuhan tubuh terjadi karena tubuh kita masih belum dalam keadaan bangun, sementara otak kita sudah terlanjur sadar. Saat tubuh tidak bisa bergerak, otak kita cenderung berhalusinasi karena masih terpengaruh alam mimpi. Itulah yang menyebabkan munculnya makhluk atau bayangan aneh yang seolah menindih kita saat tidur.
Sam tersenyum. Dalam hati ia mengutuk semua ketakutannya tadi, jika saja ia lebih cepat berpikir untuk mencari tahu dari internet tentu ia tidak perlu ketakutan untuk tidur seperti tadi. Dengan desakan kantuk yang melandanya ditambah rasa takut yang sudah hilang, akhirnya Sam kembali tertidur dengan lampu kamar dan laptop yang masih menyala.

04.00
Mata Sam kembali terbuka, Lagi lagi ia merasakan tindihan pada tubuhnya. Seluruh anggota badannya tak bisa digerakkan, nafasnya semakin berat. Perlahan ia kembali melihat sosok yang seolah menindih tubuhnya.
Bukan,,,, kali ini bukan sosok hitam bertaring panjang itu yang menindihnya. Melainkan Nenek berambut panjang yang ia temui di rumah tua.
Sam mencoba tenang. Ia yakin semua ini hanya halusinasi lantaran otak dan tubuhnya belum sepenuhnya sadar. Akhirnya Sam bisa menggerakkan tangannya dan seluruh anggota badan yang lain. Tetapi ia masih belum bisa bangun.

Nenek itu masih menindih tubuhnya.

Sam mencoba menggerakkan tangannya untuk mendorong si nenek, tapi sang nenek lebih sigap dan menangkap tangan Sam. Sam ingin berteriak, namun secepat kilat nenek itu mencekik lehernya.

“DON’T WAKE UP..... STAY HERE..... I’M PEE UMM..........”

Bisikan lirih sang nenek adalah kata terakhir yang didengar oleh Sam. Ia tak pernah bangun lagi di kehidupan nyata, kehidupannya kini ada di dunia yang lain....
Dunia Pee Umm...
***

Keesokan harinya di kamar Sam, ditemukan seorang remaja yang meninggal dengan kondisi mata terbuka dan mulut menganga. Remaja itu tak lain dan tak bukan adalah Sam sendiri.
Tidak ada tanda tanda keberadaan orang lain ataupun kekerasan di sana, hanya saja lampu kamar dalam keadaan menyala, dan laptopnya juga masih menyala dan terhubung ke internet. Pada layar laptop, diantara hasil browsing Sam malam tadi tentang Sleep Pharalysis tertulis “Pee Umm...  makhluk halus yang memegangi tubuh orang yang tidur dan menahannya untuk tinggal di alam mereka. “

Sleep Pharalysis (cerpen) Sleep Pharalysis (cerpen) Reviewed by Arif Rahman on 3:42:00 PM Rating: 5

1 comment:

Tosca. Powered by Blogger.