Pahlawanku




Backsound: bayangin aja kalian lagi ngedengerin lagu HERO nya Mariah Carey. kalo ga tau lagunya gimana, download aja dulu.. nah, kalau udah didownload ntar aku minta ya.. *sambil nyalain bluetooh
Tapi kalau malas juga sambil dengerin lagu, ya kalian harus nyari sesuatu yang berhubungan dengan HERO. Mungkin kalian bisa baca tulisan ini sambil nongkrong di pusat perbelanjaan HERO (eh, kalau di Banjarmasin udh ga ada lagi.. Di Banjarbaru rasanya masih ada  nohh,, deket bundaran simpang 4)

Hari ini 10-11-12
Hmmm... susunan angka yang cantik bukan? tapi untungnya di angka yang cantik ini ga ada isu kejadian yang aneh aneh.. kayak kiamat atau yang lain sebagainya. Ga tau deh apa ada yang melangsungkan akad nikah atau melakukan sesuatu yang bersejarah di susunan tanggal yang cantik ini.
Eh,,,,,,, Fokus!!!!! maksud tulisanku sekarang ini bukan mau membahas angka-angka itu. Tuh, liat lagi judul di atas.. Pahlawanku!!
Sebagai rakyat Indonesia yang baik dan benar, tentu kita tau donk kalau setiap tanggal 10 November ini diperingati sebagai hari pahlawan.
Jangan tanya aku ya kenapa hari pahlawan ini diperingatinya tiap tanggal 10 November aja. Dulu waktu sekolah di mata pelajaran sejarah aku selalu nyontek kalau ulangan. :P jadi ga pernah ngedalamin dengan sepenuh hati.
yah.. pokoknya gitu lah,,, kita terima aja peraturan dan tradisi bahwa setiap tanggal 10 november adalah hari pahlawan. Kalau ada yang tau kenapa boleh aja dishare di sini nanti di kolom komentar. aku sendiri lagi malas nyari-nyari di google.. :D


Back to pahlawan. Apa sih arti pahlawan?
secara umumnya pahlawan itu bisa diartikan sebagai seseorang, atau apapun yang telah berjasa untuk kehidupan orang lain. Jadi Gak melulu harus berjuang melawan penjajah. Gak melulu harus dengan pertumpahan darah. Bahkan seekor ulat bulu di pohon pun bisa jadi pahlawan kala dia bisa menginspirasi atau mencegah dan menghindarkan seorang anak dari sebuah kecelakaan mengerikan.(pikirin sendiri caranya :P ) Sebuah bantuan sederhana pun juga sebenarnya bisa mencitrakan diri kita sebagai pahlawan di mata seseorang kalau apa yang kita lakukan benar-benar sangat membantu dia disaat dia sedang dalam keadaan genting.

Kita sebagai bangsa Indonesia memiliki pahlawan yang rela berjuang, rela berkorban, rela mati, demi kemerdekaan negara kita ini. Dan untuk itulah di hari ini, tiap tahunnya kita memperingati dan dianjurkan sejenak untuk merenung.. mengheningkan cipta untuk mengenang perjuangan mereka di masa lampau, sekaligus juga mendoakan mereka agar mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

Backsound lagu HERO dimatikan dulu. yuk.. ganti backsoundnya dengan lagu mengheningkan cipta. Nyanyi sendiri aja ya.... jangan suruh aku yang nyanyi.. takutnya nanti kalian malah ga bisa tidur malam ini :D..
okey... langsung saja.
mengheningkan cipta.... mulai!!!
................
............
..............
.............
...............
..................
Mengheningkan cipta, selesai!!

Sekarang waktunya amanat pembina upacara!
tapi.... di skip aja deh.. paling-paling isinya cuman disuruh menaati tata tertib sekolah. :P

Kembali ke arti pahlawan.
(backsound hero kembali diputar)
seperti yang aku sebutin di atas, tiap orang memiliki pahlawannya masing-masing (eh, belum disebutin ternyata :D ) tiap orang memiliki sosok yang menginspirasinya dalam menjalani hidup, sosok yang telah membantunya, ataupun juga sosok yang menjadi panutannya. Nah.. jadi mungkin ga ada salahnya kalau aku juga bercerita tentang sosok yang kupikir jadi pahlawanku dan sangat menginspirasiku dalam hidup.
...

Ceritanya dimulai pada suatu hari, di tengah pagi yang cukup berkabut.. di kala lantunan zikir sesudah sholat subuh masih mengalun di mesjid maupun langgar di sebuah kampung di pinggiran kota. Ada seorang ibu. Paruh baya.. dengan menggendong anaknya yang masih balita, berjalan menembus kabut menuju pusat kota. Suaminya telah setahun meninggalkannya. Berpulang... kembali ke hadapan sang pencipta. Meninggalkan ia dan anak satu-satunya dengan kehidupan yang jauh dari kata berpunya.
Pagi itu.. seperti juga pagi pagi sebelumnya. Sang ibu, untuk menyambung hidup dia dan juga anaknya. harus berjalan menuju pusat kota.. Ia bermaksud menjual kue buatannya sendiri. Entah berapa kilometer sang Ibu harus berjalan tiap harinya.
Namun, di pagi itu... di tengah perjalanan menuju pusat kota. Sebuah peristiwa  naas menimpanya. Sendal butut yang dipakai ibu tersebut.... Putus!! Sang Ibu sempat mengeluh, namun dia tetap mencoba tabah.. sendal tersebut ia tenteng di tangan kanannya.. iapun kembali berjalan dengan tanpa alas kaki. Namun cobaan demi cobaan masih menunggunya di depan, alas kaki yang putus cuma satu dari sekian rentetan cobaan yang akan ia hadapi. Tak jauh ia berjalan.. sebuah musibah kembali harus ia alami. di kala keadaan jalan masih remang-remang karena matahari masih sungkan untuk  muncul.... ibu tersebut tidak bisa konsentrasi lagi pada setiap langkahnya.. hingga..... ia menginjak seonggok ..... kotoran kucing!! dan kotoran itu sungguh bau sekali...
Sang ibu itupun menjerit, menangis sejadi-jadinya meninggalkan anaknya yang masih kecil, kebingungan dengan apa yang terjadi pada ibunya. Anak itu memandang sesuatu yang membuat ibunya menjerit tadi.. perlahan..... ia menyodorkan jarinya. Mencoba menyentuh benda tersebut... semakin dekat... semakin dekat...

Ah, kita sudahi saja cerita tentang ibu dan anak ini. Terlalu memilukan untuk dikisahkan lebih lanjut. Lagian ga ada hubungannya dengan kisah yang mau aku ceritakan sesungguhnya. hehehe... :P piss

Okey, fokus!!
kalimat-kalimat pembukanya kepanjangan nih.. dari tadi masih belum masuk sama judul tulisan ini. hehehee...
langsung saja ke ceritanya:

Pahlawanku....
Sekitar berselang 1 jam lebih dari cerita ibu malang penjual kue tadi (ah, lega... ternyata kisahnya memang ada hubungannya :D) tampak seorang anak laki laki sedang mengayuh sepeda butut, lengkap dengan seragam sekolahnya. Jangan ditanya dia mau ke mana.. Nenek-nenek fans berat serial twillight  juga tau kalau anak itu pasti mau berangkat ke sekolah. Anak laki-laki itu bisa dikatakan berwajah tampan. Meski ia bukan terlahir dari keluarga mapan.
Oh, iya... biar lebih jelasnya sebaiknya aku katakan saja. Mungkin kalian sudah bisa menduga, mungkin kalian juga sudah bisa menebaknya... kalau anak laki-laki tampan itu adalah ... aku!!
(dilarang muntah :D )

Pagi itu.. aku mengayuh sepeda seperti biasa. Iya, semasa SMA aku memang pergi ke sekolah hanya dengan menggunakan sepeda. Kedua orang tuaku memang tak sanggup untuk membelikan aku sebuah motor untuk transportasi sehari-harinya. Mau pake angkutan umum, susah juga, berat di biaya.. beruntungnya kakakku mau mewariskan sepeda bututnya untuk kupakai sebagai sarana untuk berangkat kesekolah. Masalah gengsi urusan belakangan, yang penting aku sudah bisa berangkat sekolah saja sudah syukur.

Masih di pagi yang sama dengan tragedi sendal putus tadi, Sang Ibu harusnya bisa bernafas lega karena hari itu tak hanya ia yang mengalami kemalangan. di tengah perjalanan Tiba-tiba saja roda belakang sepedaku macet! tidak bisa berputar. Aku coba periksa mungkin saja rem belakang yang lengket.. tapi ternyata tidak juga, karena sebenarnya sepedaku memang tidak ada remnya. Kelihatannya masalahnya ada di bagian poros rodanya, apa sih namanya? yang di dekat tempat bergantungnya rantai itu loh.
yahhh... Apapun itu...  aku tidak mengerti dan tidak ada alat untuk memperbaikinya.

Sekolahku masih sekitar 3 KM lagi, mau tidak mau aku harus berjalan, dengan mengangkat sepeda!!  tidak bisa menaikinya.., karena roda sepeda itu memang tidak bisa berputar sama sekali. Mau cari bengkel sepeda, belum ada yang buka!! lagipula aku baru sadar kalau belakangan ini bengkel sepeda sangat sulit ditemui. Yang ada cuma bengkel motor. itupun juga belum ada yang buka!
Banyak sih orang-orang yang kulewati menanyakan apa yang terjadi hingga aku sampai harus mengangkat sepeda seperti itu. Tapi mereka cuma menyanyikan nada prihatin.. tanpa ada yang bisa memberikan solusi atau membantu memperbaiki. Hingga ada salah satu dari mereka menyarankan untuk coba ke pasar sepeda, meski ia ragu juga apakah ada yang sudah buka. Untuk ke pasar sepeda itu sebenarnya tidak begitu jauh juga masuk menyimpang dari rute jalan yang aku lalui untuk ke sekolah, tapi karena aku harus berjalan sambil mengangkat sepeda, jadinya menuju pasar sepeda itu terasa sangat melelahkan bagiku.

Tiba di sana... kemungkinan terburuk yang sudah kupikirkan memang terjadi. Tak ada satupun bengkel atau toko di sana yang sudah buka!
akhirnya aku terpaksa harus kembali lagi, bagaimanapun.. aku sudah separuh jalan lebih. daripada pulang ke rumah, aku lebih berniat untuk tetap pergi ke sekolah. walau nantinya terlambat. walau harus dengan cara mengangkat sepeda ini, aku harus sampai di sekolah. sambil meliat kalau kalau ketemu bengkel di perjalanan.
Tapi.. baru sebentar aku berjalan lagi, aku disapa seorang Bapak bapak.
"kenapa dengan sepedanya dik?" tanyanya..
beliaupun kemudian memeriksa sepedaku, lalu kemudian mengajakku ke bengkelnya, katanya. Tidak jauh.. melewati jalan yang aku lewati tadi.
Bengkel itu bisa dibilang kecil saja.. aku heran kenapa aku tidak melihatnya buka tadi, ah.. mungkin bengkel ini memang baru buka.
Setelah diperiksa, Ternyata bagian dalam poros roda belakang itu (ga tau namanya) memang sudah rusak, dan harus diganti. Dengan cekatan Bapak tadi menggantinya dan beberapa menit kemudian ban sepedaku sudah bisa berputar normal seperti biasa. Aku mengucap syukur sebanyak-banyaknya..
tapi baru sedetik kemudian, raut wajahku menjadi pucat. Bagaimana aku membayar pergantian onderdil sepedaku tadi? aku sadar.... aku tau.... kalau uang di kantongku cuma ada seribu rupiah. Dan aku tau pasti itu tidak akan cukup untuk membayar biaya pergantian tadi.

Lalu dengan muka polos aku berkata kepada bapak itu:
"Pak, uang saku saya cuma segini. Saya bayar seribu dulu.. nanti pulang sekolah atau besok saya bayar sisanya"

Bapak itu tersenyum..
"Uangnya disimpan saja buat kamu jajan. Tidak usah dibayar.. kamu sekolah saja yang rajin. Biar bisa pintar, biar nanti bisa jadi orang sukses. Lalu bikin kedua orang tuamu bangga, biar biaya yang mereka keluarkan untuk kamu sekolah tidak sia-sia"

Perkataan bapak itu terdengar lembut sekali.. dan berasa langsung menuju hatiku. Aku tergugah.. Aku terharu.. Ternyata di dunia ini masih ada orang yang sangat baik dan mau menolong orang lain tanpa mengharap balasan atau bayaran.
Akupun mencium tangan beliau dan segera pamit untuk ke sekolah..
Dalam hati aku berjanji. Akupun juga pasti bisa jadi seperti beliau.. menjadi orang baik. Yang selalu sedia menolong orang lain tanpa pamrih, membantu orang yang kesulitan. Tetap selalu tersenyum setiap kali masalah datang, tidak gampang menyerah dengan keadaan, dan yakin. Kalau Tuhan akan selalu mengirimkan orang-orang baik untuk membantu kita yang sedang dalam kesusahan. Dan aku juga percaya, setiap saat Tuhan juga bisa mengirimkan aku untuk membantu orang lain yang butuh pertolongan. Aku harus siap, karena untuk salah satu tujuan itulah kita sebagai umat manusia diciptakan.

Kurasakan matahari waktu itu sudah cukup tinggi, entah jam berapa. Tapi aku tau pasti aku sudah terlambat untuk mengikuti pelajaran pertama. Dan benar, aku memang terlambat. Namun lagi lagi Tuhan menunjukkan kuasaNya. Ternyata guru yang mengajar pelajaran pertama tidak masuk karena kena diare (mungkin gara-gara makan kue yang terkontaminasi pup kucing... ehh.. upps..  mungkin)
apapun sebabnya.. yang pasti hari itu aku bukan merasa mendapat kemalangan, tapi aku justru mendapat pembelajaran.. bahwa Tuhan akan selalu ada untuk hambaNya yang senantiasa bersabar. Dan Tuhan akan mengirimkan pahlawan pahlawan untuk membantu setiap kesulitan yang kita hadapi..
Bapak tadi adalah pahlawanku, lalu aku..... pahlawan siapa?

Pahlawanku Pahlawanku Reviewed by Arif Rahman on 2:26:00 PM Rating: 5

No comments:

Tosca. Powered by Blogger.