Ada yang mau ngintip isi Diaryku? (edisi 2006)



Iseng-iseng waktu bersih-bersih kamar, aku menemukan sebuah buku tua yang bertuliskan Sweet Memory dengan gambar dua orang insan sebagai covernya. Ya, aku langsung mengenali buku tersebut. Itu adalah buku harianku di tahun 2006 lalu. Entah itu edisi yang ke berapa, aku lupa.  Buku tersebut sudah sangat berdebu dan sebagian halaman malah sudah bolong bolong karena dimakan rayap. Aku tertawa ketika membaca kembali tulisan-tulisanku di waktu itu , terlihat jelas bagaimana labilnya emosi ketika aku masih berumur belasan dulu itu. Lucu juga.. kupikir tak ada salahnya kalau aku menuliskan kembali isi dari diary tersebut disini. Sekalian buat nostalgia masa SMA dulu hingga perjalanan hidup di awal kelulusan. Mungkin akan sedikit memalukan, tapi.. Aku percaya, hidup adalah suatu proses pembelajaran. Masa lalu hanyalah kenangan, tidak penting bagaimana masa lalu seseorang, yang terpenting adalah bagaimana ia sekarang. Apakah bisa berubah atau masih terkurung dalam bayang-bayang kegelisahan masa lalu. Lagipula buku ini sudah hampir rusak, dan aku tidak mau kenangan yang tersimpan di dalamnya juga ikut ikutan rusak. Lebih baik isinya aku salin ke sini.
Langsung saja nih, tulisan ini langsung aku ketik berdasarkan tulisan aslinya di diary tersebut. Mohon maaf kalau tata bahasanya agak aneh.. waktu itu aku masih dalam masa pencarian jati diri

2006

May 14
Ironis!!!
Seekor rusa ditemukan mati kelaparan di tengah padang rumput yang hijau. Padahal dia bisa bertahan jika memakan rumput yang ada disitu. Tapi dia tidak melakukannya
Kenapa??
Bukan karena dia tidak mau, tapi karena dia tidak mampu.
Melihat rusa itu, aku seperti berkaca pada diriku

May 15
Badai masih terus menerpaku, padahal tiga hari ke depan aku harus berjuang untuk melewati tiga gunung yang paling mengerikan. Padahal aku masih belum siap, tapi detik jarum jam takkan berhenti berputar, dan tiba tiba.....
Salah satu gunung itu sudah ada dihadapanku
Mau tidak mau, suka tidak suka aku harus menjalaninya
Tapi tampaknya gunung ini tak setinggi dua gunung yang lain, dan aku percaya..
Aku masih bisa melewatinya.

May 16
Perjalanan masih terasa mulus , meskipun kadang turun hujan gerimis tapi masih belum cukup untuk membasahiku.
Satu gunung telah kulewati, dan dihadapanku kini menjulang sebuah gunung yang sangat tinggi.. Tertinggi dari yang pernah ada.
Meskipun aku sudah memiliki cukup perlengkapan, entah kenapa... untuk pertama kalinya aku merasa takut! Aku tak bisa mundur lagi
Gunung yang satu ini harus kulewati. Meskipun aku tidak yakin akan berhasil, aku tetap harus melakukannya!!

May 17
Uh.....
Gunung itu berhasil kudaki
Tapi... bajuku basah kuyup. Tubuhku penuh dengan luka gores. Perih sekali rasanya.
Aku harus bangkit. Karena masih ada satu lagi gunung yang mesti kulalui, terlihat lebih mudah dari hari ini. Namun bagaimanapun juga aku harus tetap waspada

May 18
Semuanya telah berakhir, meskipun aku mereasa kurang optimal. Tapi biar...
Yang penting ini sudah berakhir dan ini harus dirayakan.
Kini jalan dihadapanku sudah terlihat mulus, dan telrihat dua buah jalan.
Satu menuju kemakmuran, satu menuju kesengsaraan dan kegelapan.
Aku masih belum tau sebenarnya jalan apa yang telah aku lalui

May 19
Apa’an??? Kemarin dinantikan, hari ini dicampakkan. Sungguh tidak berperikemanusiaan.

May 20
Semua terasa makin jauh, kini ku merasa sepi...... sendiri.

May21
Di tengah gelapnya hariku, disaat hilangnya kobaran api dalam jiwaku
Datang dua bintang menghampiri. Sinarnya bawa ketenangan dalam diri.
Kini kusadari...
Dunia masih tersenyum padaku

May 22
Rumah adalah tempat yang paling indah
Rumah adalah tempat berlindung dari berbagai cuaca
Rumah adalah tempat melepas kejenuhan dan rasa lelah
Tiada tempat senyaman rumah sendiri
Tapi entah kenapa, aku sama sekali tidak merasakannya. Justru aku merasa sebaliknya

May 23
Hidup semakin membosankan, hidup semakin membingungkan. Aku masih belum tentukan jalan.
Ku lelah dengan semua ini. Berharap unta itu bisa berganti menjadi kuda yang cepat lari.
Kutakbisa menunggu, kutakbisa mengadu.. hanya berharap seseorang datang membantu

May 24
Seperti biasa, tak ada pesta tak ada hura-hura. Yang ada hanya do’a.
Tapi tak kusangka seseorang biaskan warna, membuka mata cerahkan jiwa. Sungguh takkan bisa terlupa.

May 25
Sesuatu yang tertunda
Aku sangat mensyukurinya. Karena semakin lama, semakin besar asa untuk bisa memilikinya
Jarak yang tak bisa ditembus justru akan semakin bagus karena aku bisa terus bercerita dengan mulus.

May 27 
Bintang itu menghilang...
Cahayanya kalah terang oleh sosok dari seberang yang baru saja datang.

May 28 
Hari libur sangat membosankan
Hari libur tanpa jalan-jalan
Hari libur aku sendirian
Hari libur aku kesepian
Tapi besok ada perebutan kunci istana, ku sadar takkan bisa menggapainya. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba,  lagipula ini kesempatan langka

May 29 
Hari yang melelahkan, terlalu banyak kegiatan yang harus dijalankan. Tapi dengan penuh perjuangan segalanya bisa terselesaikan.

June 1
Besok adalah pertemuan, besok adalah pengakuan, besok harus kulakukan. Walau kutau ini tak mudah, namun kuharap bisa menjadi mudah.

June 3 
Setiap ada pertemuan tentu akan ada perpisahan.
Pertemuan ditandai dengan senyuman, perpisahan diakhiri dengan tangisan.
Penuh dengan kesan..
Penuh dengan pesan...
This is my first ______________#
I always dream it, now it can happen!!

June 5
Kenapa waktu berjalan semakin cepat?
Kapal kami sudah tiba di dermaga
Menghadirkan satu kesedihan di hati
Yang bisa kulakukan hanya jalani hari hari yang tersisa agar lebih berarti

June 6
Malam tadi aku bermimpi. Mimpi buruk!!
Bahkan itu adalah mimpi terburuk sepanjang hidupku.
Tapi mimpi itu membuatku sadar, mimpi itu gambaran masa depat yang akan terjadi jika aku tidak bertindak dari sekarang.

June 7 
Sudah waktunya untuk tentukan jalam mana yang harus kutempuh. Apapun hasilnya kuharus tetap berusaha sekuat tenaga, tak boleh putus asa demi menggapai cita-cita.

June 8
Segalanya telah terungkapkan..
Hasilnya sesuai dengan yang diperkirakan, namun tak sesuai dengan yang kuharapkan.
Tetapi bagaimanapun, segalanya telah kupersiapkan. Karna itulah kutak ragu untuk menyatakan.

June 15
Hari ini kami bertemu, tanpa rasa malu dan ragu.
Dengannya aku habiskan waktu,
Tapi aku masih seperti dulu

June 19
Hari ini vonis hakim dijatuhkan.
Berbagai ekspresi terpancari dari sekelompok insan, tapi mayoritas adalah kegembiraan.
Akupun demikian...
Tampaknya semua ingin merayakan, dan entah kenapa aku jadi ikut-ikutan. Aku tak sadar mungkin nanti kusesalkan.
Ku merasa tak begitu riang, ku merasa ada yang kurang.
Aku tak melihat seseorang yang tadi malam bercerita dengan tegang.
Kutunggu hingga siang, namun dia tak kunjung datang. Akhirnya kuputuskan untuk pulang.
Tapi kudapat merasa, diseberang sana.... dia sedang berbahagia.

June 21
Sebuah berita, membuat satu pintu terbuka. Kuputuskan untuk memasukinya.
Tapi.....
Di depan terlihat dua benda yang menjadi penghalang tuk pergi ke sana.
Yang pertama, sehelai kertas penuh warna. Terdapat tulisan dan gambar. Aku sebut itu dana.
Yang kedua, sebuah cermin besar. Kutengok ke dalamnya,, dan aku melihat..........
Diriku

June 24 
Melalui berbagai perundingan kami sepakat tuk lakukan perjalanan yang penuh rintangan itu.

June 28
Aku tak mengerti, kenapa semua orang jadi seperti ini?
Masing-masing hanya pedulikan diri sendiri, tanpa berpikir apa yang akan dijalani.
Semuanya bergerak terlalu cepat, atau mungkin aku yang lambat?
Waktu yang tidak sempit, kenapa malah bisa membuatku terjepit?

July 1
Kupikir syarat terakhir itu sudah lahir
Kupikir ini hari terakhir
Ternyata masih banyak tabir

July 4
Mereka terlalu mengharapkan, padahal peluangnya hanya satu banding ribuan
Ku memang punya kemampuan, tapi aku juga punya kelemahan
Aku taku t mengecewakan.

July 5
Hari yang sangat melelahkan
Syarat terakhir itu sungguh menyusahkan. Ditambah lagi kuharus menyiapkan perjalanan yang memakan korban sampai ribuan.
Tapi kusenang bisa berdampingan dengan seorang gadis idaman.

July 7
Hari yang penuh perjuangan, cukup membuat kewalahan. Satu hari di Balikpapan.
Lantunan nada bernansa iri terus mendenging di telinga ini, tapi ku makin percaya diri.
Aku bertanya pada bulan apa yang harus aku lakukan. Namun tak terdengar jawaban.
Rangkaian kata sederhana, namun sangat besar makna tak mampu membuat terlena dirinya yang entah dimana. Kupikir semua sirna, tapi ternyata dia bijaksana.

July 30 
Kuinginkan kepastian, kuingin lepaskan beban
Padanya kuminta jawaban, tapi tetap tak diberikan

Augst 1 
Akhirnya...
Dia berkata, membuat hati terluka.. harapanku sirna
Dia tak sedia untuk menerima

Sept 6
Hidup jadi semakin membosankan, ditambah lagi aku tak punya kerjaan. Kenapa ku harus mengalami kegagalan?

Sept 8
Keuangan terus menipis, dan harapanku pun terkikis
Mungkin ku memang harus menangis

Sept 9
Bosan... bosan..... BOSAAAAAAN!!!!!

Sept 12
Capek, pengorbanan tiada hasil.

Des 24
Tak cukup kata untuk melukiskan segala rasa yang sudah terlalu lama tak dihiraukan. Namun kini segalanya berubah. Roda kehidupan itu akhirnya berputar juga.
Meski aku belum berada  di atas, namun tampaknya perjalanan menuju kesana semakin jelas.
Banyak hal yang terjadi selama ini, sampai sampai aku tak punya waktu untuk menulisnya disini.
Mungkin dulu..............
Ah, mungkin takkkan cukup kutulis semua dalam buku ini.
Tapi yang pasti segala yang pernah kurasakan dulu telah berubah. Kecuali satu!!

Des 31
Akhir tahun...
Terasa ada yang hilang dari hidupku. Berbeda sekali dengan waktu-waktu di tahun sebelumnya.
Kali ini aku kesepian, tanpa ada teman ataupun gandengan. Rintik hujan yang turun membuyarkan harapan. Sepertinya semua sudah diatur Tuhan. Malam ini aku sendirian, merenung.....
Mencoba mengingat-ingat hal apa yang terjadi selama setahun ini. Segalanya terangkum dalam satu kata, kesedihan.
Semoga tahun depan akan lebih berwarna dengan hadirnya seorang dewi dari kayangan. Kuharap.
Untuk sementara ini aku hanya bisa berdoa
Tahun 2007 harus menjadi titik balik dalam sejarah hidupku. Aku harus melakukan sesuatu yang bisa mengubah hidupku. Aku akan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang. Aku akan menjadi aku yang baru, yang bisa menjadi perahu di saat orang terjerumus dalam lautan kelabu.
Besok.. lusa... dan seterusnya
Sudah tampak gambaran dalam kepala, bagaimana cara menghadapi aral yang tercipta. Namun satu yang kupinta, kutak ingin pakai kacamata!
Kuingin dapat membuka mata agar dapat melihat isi dunia.
Apakah penuh dengan permata, atau hanya batu semata
Apakah penuh dengan cinta, atau hanya derita.
Datang tak dipandang, pergi tak ada yang peduli
Bagai angin di tengah hari, itulah cermin jati diri.
Hidup takkan berubah bila kita menjadi lemah
Namun hidup kan lebih berarti saat kita bisa saling memberi
Suara hati, entah apa yang ia ucapkan. Segalanya samar namun nada itu sangat memilukan untuk didengar.
Rindu, mungkin itu maksud darinya. Namun bagaimana cara mengekspresikannya?
Tak ada ruang, segalanya akan termpendam dan selalu terpendam. Mungkinkah suatu saat akan tenggelam, atau malah justru malah akan membara bak api dalam sekam?
Hilang...
Setelah mendapat umpan justru aku kehilangan kail. Bagaimana cara mendapatkan ikan?
Dunia selalu berputar, otakkupun demikian.
Andai dunia ini berhenti berputar, langit takkan lagi gelap. Takkan lagi ada ketekutan disana.
Disini selallu berselimut kegelapan namun dipadu dengan indahnya sang rembulan yang berhiaskan ribuan bintang. Jalan mana yang kupegang?
Manusia makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Namun pada kenyataannya bisa saja terjadi demikian. Layaknya semut yang tak kuasa untuk berjalan, padahal ia ingin ke depan, namun keadaan tak memungkinkan.
Buaya banyak menghabiskan waktu di air, zebra habiskan waktu di darat
Setelah perjuangan hidp tanpa akhir, kenapa segalanya semakin berat?
Dentuman terdengar lagi di angkasa luar, membuat hati semakin gusar. Mengapa harus berikrar jika pada akhirnya malah ingkar?
Rencana hanya pembuka jalan, bukan berarti tempat tujuan.
Kadang, kita berbantung pada harapan, namun tak ada yang kita siapkan tuk hadapi segala cobaan. Berharap datang keajaiban? Menurutku itu satu kebodohan.
Detik terus berlalu, namun hatiku masih sayu. Terbayang seandainaya ku disitu, melihat segala macam jenis lampu.
Suara itu....
Membuatku semakin sendu, ingatkanku pada masa lalu. Saat segalanya masih terasa semu.
Mengapa?
Ada tiga setelah dua, dunia tak dapat berkata namun ia juga bisa murka.
Inilah akhirnya, namun kembali kepada awalnya. Mencoba bermimpi, namun tak kuasa di alam nyata. Hanya buat terlena, toh.. itu juga sementara
Gemercik air kembali membawa kenangan. Hati ini semakin tak tahan, mengapa saat ini aku sendirian?
Tolong hapus saja semua, kuingin buka lembaran baru. Lembaran lama itu terlalu indah untuk ditinggalkan.
Pertemuan-------------kehidupan
Perpisahan................ kematian
Keduanya menjadi satu kesatuan yang tak terelakkan.
Hujan turun lagi, bertepatan dengan lantunan musik kecapi. Setelah itu sepi
Orang-orang pada pergi, entah takut pada ilahi atau hanya karena harga diri?
Inilah saatnya aku pergi.................
Menuju alam mimpi
*Catatan akhir tahun 2006 – sendiri di bawah rintik gerimis memandang langit yang berwarna warni oleh kembang api.

NB: 16,17,18 Mei ujian nasional; 3 Juni acara perpisahan sekolah; 19 Juni pengumuman kelulusan; 

Ada yang mau ngintip isi Diaryku? (edisi 2006) Ada yang mau ngintip isi Diaryku? (edisi 2006) Reviewed by Arif Rahman on 6:00:00 AM Rating: 5

6 comments:

  1. Aaaaaaaaaaaaa...kereeeeeeeeeenn...!!
    Kata-katanya sudah rapi dari dulu yah kakak...lanjutkan!!!
    Pantesan bagus,dari dulu emang hobi nulis.hehehe :D
    unyuuu yah tulisannya hahahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe... alhamdulillah :)
      tapi kenapa ya mukanya dari dulu ga ada rapi-rapinya? hehehe..

      Dari dulu emang suka nulis, paling seneng kalau dikasih tugas mengarang atau bikin apapun yang berbentuk tulisan. :)

      unyunyu... hahaha..
      tulisan diatas ditulis oleh remaja labil...
      aku aja sampe ketawa sendiri waktu ngebacanya lagi :D

      Delete
    2. Aah ga papa...yang penting masa depannya rapi juga :D aamiin...

      yah itulah kenangan,sepahit / semanis apapun akan jadi senyuman hingga haru di masa yg akan datang.

      Delete
    3. Amiiin...
      Ih, Ayu doanya indah banget :)

      yup masa lalu kd bs dbatalkan, kd boleh dsesali.
      kita cuma harus menerimanya, lalu meambil pelajaran darinya spy ke depan bs jadi manusia yg lebih baik lagi

      Delete
  2. PUSAT ELEKTRONIK Online Shop
    Seperti Camera,BleckBerry,Samsung,AppleDLL.
    JL.Kh.Hasyim Ashari No.125 Sentral Jakarta 10150 mnat:
    HUB:085310120333 PIN BB:24C19401
    Hasyim Ashari Jakarta Pusat
    http://asia-elektronik77.blogspot.com/
    Kamera DSLR CANON EOS 1100D Kit
    APS-C Digital SLR, 12.2 Megapixel, LiveView, 2.7″ TFT LCD, SD/SDHC Card Slot, include EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 2.200.000
    Kamera DSLR CANON EOS 500D Body
    APS-C Digital SLR, 15.1 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/SDHC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 2.559.000
    Kamera DSLR CANON EOS 550D Body
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/ SDHC/ SDXC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 2.700.000
    Kamera DSLR CANON EOS 550D Kit1
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/ SDHC/ SDXC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 2.964.000
    Kamera DSLR CANON EOS 600D Body
    APS-C Digital SLR, 18 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/SDHC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 3.087.000
    Kamera DSLR CANON EOS 600D Kit1
    APS-C Digital SLR, 18 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/SDHC Card Slot, 3.0″ TFT LCD with EF-S 18-55mm F3.5-5.6 II IS
    Harga Rp. 3.300.000
    Kamera DSLR CANON EOS 550D Kit2
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/ SDHC/ SDXC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 3.750.000
    Kamera DSLR CANON EOS 60D Body
    APS-C Digital SLR, 18.0 Megapixel, 3.0″ TFT Vari-angle LCD, SD/SDHC Card Slot, Body Only
    Harga Rp. 3.828.000
    Kamera DSLR CANON EOS 60D Kit1
    APS-C Digital SLR, 18.0 Megapixel, 3.0″ TFT Vari-angle LCD, SD/SDHC Card Slot, include EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 4.239.000
    Kamera DSLR CANON EOS 600D Kit2
    APS-C Digital SLR, 18 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/SDHC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, with EF-S 18-135mm F3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 4.323.000
    Kamera DSLR CANON EOS 60D Kit2
    APS-C Digital SLR, 18.0 Megapixel, 3.0″ TFT Vari-angle LCD, SD/SDHC Card Slot, include EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 4.500.000
    Kamera DSLR CANON EOS 60D Kit3
    APS-C Digital SLR, 18.0 Megapixel, 3.0″ TFT Vari-angle LCD, SD/SDHC Card Slot, include EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 6.210.000
    Kamera DSLR CANON EOS 7D Body
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 6.750.000
    Kamera DSLR CANON EOS 7D Kit1
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 7.514.000
    Kamera DSLR CANON EOS 5D Mark II Body
    Full Frame Digital SLR, 21.1 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 8.508.000
    Kamera DSLR CANON EOS 7D Kit2
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 8.709.000
    Kamera DSLR CANON EOS 5D Mark II Kit
    Full Frame Digital SLR, 21.1 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF 24-105mm f/4L IS USM
    Harga Rp. 13.319.000
    Kamera DSLR CANON 5D Mark III Body
    Full Frame Digital SLR, 22.3 Megapixels, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.2″ TFT Color LCD
    Harga Rp. 11.097.000
    Kamera DSLR CANON EOS 5D Mark III KIT
    Full Frame Digital SLR, 22.3 Megapixels, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.2″ TFT Color LCD, Include EF 24-105L IS USM
    Harga Rp. 17.000.000
    Kamera DSLR CANON EOS 1Ds Mark III Body
    Full Frame Digital SLR, 21.1 Megapixel, LiveView, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 29.250.000
    TRIMAHKASI

    ReplyDelete
  3. PUSAT ELEKTRONIK Online Shop
    Seperti Camera,BleckBerry,Samsung,AppleDLL.
    JL.Kh.Hasyim Ashari No.125 Sentral Jakarta 10150 mnat:
    HUB:085310120333 PIN BB:24C19401
    Hasyim Ashari Jakarta Pusat
    http://asia-elektronik77.blogspot.com/
    Kamera DSLR CANON EOS 1100D Kit
    APS-C Digital SLR, 12.2 Megapixel, LiveView, 2.7″ TFT LCD, SD/SDHC Card Slot, include EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 2.200.000
    Kamera DSLR CANON EOS 500D Body
    APS-C Digital SLR, 15.1 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/SDHC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 2.559.000
    Kamera DSLR CANON EOS 550D Body
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/ SDHC/ SDXC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 2.700.000
    Kamera DSLR CANON EOS 550D Kit1
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/ SDHC/ SDXC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 2.964.000
    Kamera DSLR CANON EOS 600D Body
    APS-C Digital SLR, 18 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/SDHC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 3.087.000
    Kamera DSLR CANON EOS 600D Kit1
    APS-C Digital SLR, 18 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/SDHC Card Slot, 3.0″ TFT LCD with EF-S 18-55mm F3.5-5.6 II IS
    Harga Rp. 3.300.000
    Kamera DSLR CANON EOS 550D Kit2
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/ SDHC/ SDXC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 3.750.000
    Kamera DSLR CANON EOS 60D Body
    APS-C Digital SLR, 18.0 Megapixel, 3.0″ TFT Vari-angle LCD, SD/SDHC Card Slot, Body Only
    Harga Rp. 3.828.000
    Kamera DSLR CANON EOS 60D Kit1
    APS-C Digital SLR, 18.0 Megapixel, 3.0″ TFT Vari-angle LCD, SD/SDHC Card Slot, include EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 4.239.000
    Kamera DSLR CANON EOS 600D Kit2
    APS-C Digital SLR, 18 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, SD/SDHC Card Slot, 3.0″ TFT LCD, with EF-S 18-135mm F3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 4.323.000
    Kamera DSLR CANON EOS 60D Kit2
    APS-C Digital SLR, 18.0 Megapixel, 3.0″ TFT Vari-angle LCD, SD/SDHC Card Slot, include EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 4.500.000
    Kamera DSLR CANON EOS 60D Kit3
    APS-C Digital SLR, 18.0 Megapixel, 3.0″ TFT Vari-angle LCD, SD/SDHC Card Slot, include EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 6.210.000
    Kamera DSLR CANON EOS 7D Body
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 6.750.000
    Kamera DSLR CANON EOS 7D Kit1
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 7.514.000
    Kamera DSLR CANON EOS 5D Mark II Body
    Full Frame Digital SLR, 21.1 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 8.508.000
    Kamera DSLR CANON EOS 7D Kit2
    APS-C Digital SLR, 18.7 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS
    Harga Rp. 8.709.000
    Kamera DSLR CANON EOS 5D Mark II Kit
    Full Frame Digital SLR, 21.1 Megapixel, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, include EF 24-105mm f/4L IS USM
    Harga Rp. 13.319.000
    Kamera DSLR CANON 5D Mark III Body
    Full Frame Digital SLR, 22.3 Megapixels, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.2″ TFT Color LCD
    Harga Rp. 11.097.000
    Kamera DSLR CANON EOS 5D Mark III KIT
    Full Frame Digital SLR, 22.3 Megapixels, LiveView, Full HD 1080, CF Card Slot, 3.2″ TFT Color LCD, Include EF 24-105L IS USM
    Harga Rp. 17.000.000
    Kamera DSLR CANON EOS 1Ds Mark III Body
    Full Frame Digital SLR, 21.1 Megapixel, LiveView, CF Card Slot, 3.0″ TFT LCD, Body Only
    Harga Rp. 29.250.000
    TRIMAHKASI

    ReplyDelete

Tosca. Powered by Blogger.