Trilogy Kenakalan SMP (Bag. 3: END)


"Segala sesuatu itu memiliki batas. Jika kau melewati batasan itu, maka sesuatu yang tak lazim akan terjadi"
***

Adalah sebuah bangku panjang dari kayu.. Ia telah lama dibuat oleh penciptanya, ia juga telah lama berada di sana, di depan sebuah kelas. Ia selalu diperebutkan siswa dan siswi di setiap jam jam istirahat. Mungkin ia senang, mungkin juga tidak. Sebab tak semua anak yang duduk di atasnya adalah anak baik, bahkan anak baik pun bisa terlihat menjadi tidak baik jika tidak dilihat dengan baik. Kebaikan yang tidak dimanfaatkan dengan baik tidak akan mendatangkan kebaikan bagi semuanya. Baiklah, sebelum tulisanku makin kacau dan tidak membaik, ada baiknya jika aku langsung saja bercerita tentang kelakuan tak baik di masa SMP dulu.
Simaklah dengan baik :)

3. Misteri Bangku Panjang (F8)



Jum'at pagi...
Hari itu adalah hari pembagian kelas. Hari pertama masuk sekolah sejak liburan akhir tahun pembelajaran. Hari pertama aku berada di kelas 3!!.
Pagi pagi sekali kepala sekolah sudah mengumpulkan seluruh murid di lapangan. Perlu diketahui, kepala sekolah ini terkenal dengan pidatonya yang luaaaar biasa panjang. Kalau saja waktu itu beliau tidak sedang kebelet kencing mungkin tak ada yang bisa menghentikan ceramah super panjang itu. Dan sementara beliau sedang asik di toilet, peran beliau digantikan oleh guru yang khusus menangani bagian kesiswaan.
Yap...... inilah saat yang paling mendebarkan. Pembagian kelas!!

Perlu diketahui, sistem pembagian kelas ini adalah berdasarkan prestasi masing-masing siswa. Rencananya siswa siswi yang berprestasi baik akan dikelompokkan di kelas A, lalu lanjut ke B sampai yang terakhir di E.
Lalu ada di kelas manakah aku??
hehehe.. maaf, bukannya sombong. tapi aku selalu ditempatkan di kelas A. (apa karena namaku diawali dengan abjad A ya? mm.. ya bukan lah,., secara aku ini kan pintar... hohoho :D ) #narsisdikitgapapatoh

Adapun kelas kami, terletak agak ujung. Namun bukan ujung sama sekali, masih di wilayah depan dan langsung menghadap ke lapangan. Tak ketinggalan ada sebuah bangku panjang disediakan di depannya. Bangku itu lumayan tua, meski tidak ditumbuhi jenggot tetap saja bangku itu terlihat tua. Uniknya siswa siswi di sekolah selalu berebut untuk duduk di sana ketika jam-jam istirahat.

Pasti kalian merasa aneh plus heran kenapa sih bangku panjang itu begitu diperebutkan?  yah... mungkin aku akan mengecewakan kalian disini karena dengan menyesal aku katakan kalau aku juga tidak tahu alasannya. hmm.. mungkin itulah sebabnya Trilogy kenakalan SMP bagian terakhir ini aku beri judul Misteri Bangku Panjang.

Waktu itu, terjadi perebutan singgasana untuk dapat menduduki bangku panjang itu. Maksimal hanya 7 Orang beruntung yang bisa duduk di sana, so pertarungan untuk duduk di kursi itu sudah pasti sangat sengit.
Setelah melewati pertempuran sengit, akhirnya terkumpullah beberapa orang siswa laki-laki sebagai pemenang yang berhasil duduk di bangku itu. Sementara yang lain terpaksa harus mencari kegiatan lain.. Sebagian hanya berjalan jalan saja, sebagian yang cukup kreatif malah mencoba memainkan bulu tangkis, eh.. tunggu.. sebongkah kertas yang digumpal dan dipukul bersambutan dengan dua buah buku itu bisa disebut main bulu tangkis tidak ya?

Baru saja siswa siswa itu mencapai PW (posisi wuenak) mereka, tiba-tiba seorang guru masuk ke dalam kelas.. Beliau adalah guru bahasa inggris. Beliau terkenal cukup tegas dan berwibawa, kita sebut saja beliau bapak M. Nur (nama disamarkan). Beliau sedang memantau kondisi-kondisi kelas pasca perpindahan penduduk, mengatur jumlah populasi dan menyeimbangkannya dengan jumlah kursi yang ada. Benar saja, ternyata di kelas kami ada surplus kursi dan meja. Mau tidak mau barang berlebih itu harus dipindahkan.
So, Siapa yang harus disuruh?
Tentu saja siswa laki-laki !!
Tapi di dalam kelas hanya ada murid wanita, mereka hanyalah rakyat kecil tak berdaya yang harus dibantu.
Jadi.. dan..
Siswa laki-laki yang berada paling dekat hanyalah mereka yang duduk di bangku panjang tadi. Alhasil rakyat tadi pun mencoba berharap pada mereka.

Entah apa yang ada di pikiran mereka (siswa laki-laki itu), mungkin karena sudah terlalu nyaman dengan "kursi" mereka sehingga mereka tidak bisa lagi mendengar nyanyian nyanyian pilu dari rakyat kecil tak berdaya yang sedang butuh pertolongan itu. Mungkin mereka berpikir, "sulit sekali untuk mendapatkan tempat duduk ini. Apa aku harus melepaskannya sejenak untuk membantu orang lain? sedangkan mungkin kemudian aku tak dijamin untuk bisa duduk disana lagi?"
Peringatan pertama!!

Satu dua orang yang paling kecil dari mereka ingin berdiri dan membantu mengangkat meja itu. Tapi rakyat mulai bernyanyi dengan nada meragukan kemampuan dia yang sepertinya tidak pantas dan tidak mampu untuk mengemban tugas mulia itu. Akhirnya dia pun kembali duduk.
Peringatan kedua !!

Sepertinya teman-teman yang sedang main bulu tangkis di lapangan itu lebih pantas karena memiliki badan yang lebih besar. Tapi mereka tidak mendengar sewaktu dipanggil, atau pura pura tidak mendengar?
Peringatan keti.......

BRAKKK!!!

"Hey kalian! tidak mendengar ya apa yang saya katakan tadi? TOLONG angkat meja ini ke kelas sebelah! kalian tidak mau menolong ya? benar benar tidak punya hormat terhadap guru. kalian 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 orang ikut saya ke kantor!!!"

Bujubuset!! baru kali ini aku meliat ekspresi bapak M.Nur begitu garang. Mimik wajah beliau terlihat begitu menghayati kemarahan yang meledak secara tiba tiba. wah.. jika main film sepertinya beliau cocok memerankan tokoh-tokoh antagonis tuh. Eh, tapi .. tunggu.. ternyata beliau tidak sedang berakting untuk casting film. Beliau sungguh sungguh marah.. pada kami!! pada aku dan 7 orang temanku. Pada kami Berdelapan!!!
....
wait.... berdelapan??
loh, bukannya yang duduk di bangku panjang itu cuma muat 7 orang? kok ini bisa berdelapan?
Inikah karma bagi kami, yang telah melanggar batasan dari kapasitas maksimal dari bangku panjang itu?
akhirnya dengan langkah gontai.. kami berdelapan menuju ruang guru.

Di sana, di ruang persidangan.. kami disuruh berdiri dan berbaris. Setelah disuruh jalan di tempat dan lencang kiri kanan, proses pengadilan pun dibuka. tidak ada diantara kami yang berani mengangkat wajah.. semuanya menunduk. Sementara bapak M.nur dengan antusiasnya memarahi kami semua. Dibelakang beliau, terlihat beberapa guru sedang ribut memperebutkan sesuatu. sebuah alat yang mengeluarkan kertas bertuliskan nomor antrian seperti yang terdapat di bank. hey.. loh kok mereka malah memperebutkan nomor antrian untuk memarahi kami??
Tapi entah kenapa tiba-tiba saja mereka bubar dan masing-masing menjauh.. kupikir mereka telah kehilangan hasrat dan merasa kasihan sehingga tidak jadi memarahi kami.Tapi ternyata aku salah.... benar benar salah,, karena sesuatu yang lebih buruk telah menanti kami.......
disana..
Jauh di belakang guru-guru itu, sesosok makhluk nampak berjalan pelan diiringi kabut malam (<--- yg ini kalimatnya lebay deh) perlahan namun pasti,, sosok itu tampak dengan jelas,, hingga akhirnya semakin jelas.. ternyata itu adalah sosok mister Z
ia disebut mister Z  bukan berarti ia adalah Zorro sang pendekar pedang legendaris itu. Ia disebut Mr Z, atau lebih bekennya dikenal dengan nama Bapak Zai (nama disamarkan) dan Beliau adalah kepala sekolah!!!
Beliau langsung mengambil tempat di depan kami.. Menyadari hal tersebut bapak M.Nur langsung mundur dan kemudian kabur entah kemana.
Dan dengan dibukanya mulut Mr Z maka dimulailah penderitaan kami yang akan berlangsung lama... sangat sangat lama....

Kami semua menunduk.. sungguh tidak ada yang berani mengangkat wajah untuk sekedar menatap wajah Mr Z, bukan karena takut, bukan karena malu, dan bukan pula karena merasa bersalah. Sinar matahari yang kebetulan menembus ruang guru itu tepat mengenai kepala Mr Z yang... (maaf) pitak. Dan momen itu sungguh membuat mata kami kesilauan sehingga tak ada satupun dari kami yang mampu memandang beliau.

15 menit kemudian
Mr Z : Bla bla bla bla...
Kami: menunduk

30 menit
Mr Z: Bla bla bla..
Kami: mengantuk

32 menit
Mr Z : Ble ble ble
Kami:  zzzzzz
...

1 jam sudah berlalu.. entah apa saja yang beliau bicarakan, kami tak bisa fokus mendengarkan semuanya. Mulai dari kenakalan remaja hingga serial meteor garden yang waktu itu sedang booming semuanya dibahas oleh Mr Z.
Sementara diluar.. lonceng tanda apel kembali dibunyikan. Terdengar jelas di sana Bapak M nur sedang menceritakan sikap tidak hormat kami tadi kepada seluruh siswa peserta apel. Bukan itu saja, beliau berencana untuk menampilkan kami di sana, dihadapan ribuan siswa yang lain.. Andai waktu itu aku bisa berubah jadi spiderman pasti aku akan segera berubah agar tak ada yang mengenaliku.
Ya, benar saja... Bapak m nur masuk ke ruang guru untuk menjemput kami agar bisa show di panggung. Namun beliau langsung mengurungkan niat beliau karena begitu masuk, mata beliau langsung diserang oleh cahaya silau yang terpancar dari dahi Mr Z.. Hoooy kami selamat!!

Hampir 2 jam... pidato mr Z telah sampai pada cerita kerja paksa pembangunan De Grote Postweg dari anyer sampai panarukan. Sebuah pembangunan jalan yang begitu panjang.. sepanjang pidato beliau juga tentunya.
Tepat 2 jam!! Akhirnya suara gemuruh di dalam perut beliau lah yang mengakhiri penderitaan kami. Dan itu bertepatan pula dengan lonceng tanda pulang yang dibunyikan.

Bearkhirkah? belum!! karena kemudian bapak M.nur kembali memarahi kami, beliau merasa harus menghukum kami karena menujukkan sikap yang tidak hormat itu.. dan vonis telah dijatuhkan.! kami dilarang untuk mengikuti pelajaran beliau selama 1 bulan. Kebetulan beliaulah yang akan mengajar bahasa inggris. Hm.. Itukah yang menyebabkan bahasa inggrisku payah? he
Akhirnya selama 1 bulan setiap pelajaran bapak M nur kami harus keluar. Biasanya kami berdelapan menghabiskan waktu dengan nongkrong di kantin sekolah (jujur, ternyata aku sangat menikmati hukuman ini. hhehe).

Jikalau dalam serial drama Meteor Garden 4 orang cowok ganteng yang jadi pemeran utama disebut F4, maka disekolah kami 8 cowok ganteng pesakitan itu disebut...... F8

Tambahan:
Setelah itu beberapa kali kami mencoba duduk di bangku itu.. dan tetap saja, bangku itu tidak muat untuk orang berdelapan. Hanya tujuh dari kami yang bisa duduk disana. Lalu kenapa kemarin kami bisa duduk sampai berdelapan? Itulah misteri yang tak bisa terpecahkan hingga kini.
****

Kadang hanya karena sesuatu yang kecil, suatu hal bisa jadi begitu besar... Suka atau tidak, itulah bagian dari perjalanan hidup. Dan bagian dari perjalanan hidup itulah yang akan membentuk pribadi kita menjadi manusia yang lebih dewasa dikemudian hari.
-END-

Baca juga:
Trilogy kenakalan SMP Bagian 1
Trilogy kenakalan SMP Bagian 2

NB: ternyata kini para personil F8 sudah menjadi orang orang sukses.. 
Trilogy Kenakalan SMP (Bag. 3: END) Trilogy Kenakalan SMP (Bag. 3: END) Reviewed by Arif Rahman on 4:24:00 AM Rating: 5

4 comments:

  1. wah jangan2 bangkunya bisa molor sendiri yak hehehehe. . . ...

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Dan memori saia pun tidak sampai kesana Mr. Arif... Kenapa sampai lupa kejadian ini laaaaah....

    ReplyDelete

Tosca. Powered by Blogger.