Skip to main content

Rahasia Tuhan

Seorang ayah dengan Sembilan anak dari seorang istri memiliki cita2 ingin membahagiakan keluarganya. Hal yang wajar dan umum terjadi, sebagaimana keluarga lain yang hamper seluruh harinya habis tersita oleh pekerjaannya. Mereka bersebelas adalah keluarga Inggris yang sederhana. Untuk mewujudkan cita2nya, diperlukan usaha menabung, sedikit demi sedikit dari hari ke bulan. Sang ayah ingin membawa keluarganya berpiknik ke New York. Sebuah jarak yang alangkah jauh dan berbeda kontinen.

Kisah nyata ini terjadi sekitar tahun 1911. Pada saat yang sama, perusahaan perkapalan di Inggris sedang membangun sebuah kapal pesiar yang spektakuler. Untuk menjadi calon penumpang kapal pesiar itu, perlu mendaftar setahun sebelumnya. Sang ayah yang berniat membawa keluarganya berlayar jauh itu pun mencatat sebelas nama sebagai calon penumpang. Sejak itu ia menabung dengan semangat membukit, karena tak semua orang mendapatkan kesempatan yang langka itu.

Ringkas cerita, kapal pesiar itu pun rampung. Jadwal pelayaran perdanan telah diumumkan. Kegembiraan meliputi keluarga yang telah bersusah payah mengumpulkan uang untuk menjadi penumpang pada pelayaran pertama.namun sungguh di luar dugaan, beberapa hari menjelang keberangkatan, si bungsu dari keluarga bersebelas itu digigit anjing gila, ketika sedang main di rumah tetangga.

Tentu kita paham, apa yang harus dilakukan oleh korban gigitan anjing gila? Dokter menyarankan agar si bungsu dirawat secara karantina. Perawatan itu memerlukan waktu yang lama. Selain anjingnya yang harus dilenyapkan, seluruh keluarga pun mendapatkan suntikan anti rabies.bagaimana mungkin keluarga itu dapat berangkat ke New York, dalam kondisi seperti itu?

Sang ayah menangis dengan rasa kecewa luar biasa. Perasaannya terlunta. Ia bahkan bertanya-tanya, menggugat Tuhan yang begitu tega menggagalkan rencana panjang berbuanga harapan itu. Ia menunggu dengan berdebar, berharap ada keajaiban, misalnya jadwal keberangkatan kapal pesiar itu diundur. Bagi korporasi yang arogan, tentu tak ada dalam kamusnya untuk melakukan penundaan demi segelintir orang yang bermasalah. Oleh karena itu seluruh cita2nya seketika pupus, oleh peristiwa yang tak terbayang sebelumnya.

Kapal pun akhirnya bertolak dari pelabuhan Southampton, Inggris, dengan gagahnya. Sementara itu, di rumah sakit, sang ayah menjenguk anak bungsunya, dan dengan marah, ia menghardik, menyalahkan anaknya seraya merobek kesebelas tiket yang telah dibeli dengan harga seluruh tabungan mereka.

RASA kecewa dan aarah itu belum menghilang, ketika beberapa hari kemudian ia mendengar kabar, bahwa pada hari Minggu tanggal 14 April 1912, kapal pesiar yang hendak ditumpangi keluarganya itu tenggelam. Hanya dalam dua jam empat puluh menit setelah menabrak gunung es. Kapal yang menjadi impian banyak orang dan hampir saja membawa serta keluarga bersebelas itu mengunjungi Amerika, lenyap dari permukaan air laut. Tubuhnya yang terpotong menjadi dua bagian meluncur seperti dalam gerak lambat menuju dasar samudera.

Berita itu tentu diterima tak selekas saat ini, ketika Internet sanggup menyebarkannya ke seluruh penjuru bumi hanya dalam hitungan detik. Tetapi seluruh surat kabar ternama saat itu memberitakannya dengan foto yang membuat pembacanya percaya. Kapal itu kandas menjelang tengah malam di laut yang dingin dengan es di sana-sini, dan tak tertolong lagi. Tak banyak yang selamat, rasanya, karena peristiwa begitu lekas berlangsung, dalam suhu yang tak tertahankan.

Mendengar (atau membaca) kenyataan itu, apa yang dirasakan oleh ayah keluarga bersebelas itu? Ia pun kembali menangis. Segera didatanginya anaknya yang masih dalam perawatan. Di rumah sakit, seterusnya ia meminta maaf kepada anaknya, lalu mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya. Sikap sebelumnya telah berubah seratus delapan puluh derajad oleh peristiwa yang membuatnya bersyukur. Ternyata, tuhan justru telah menolongnya, dengan cara yang sungguh rahasia.

Demikianlah kiranya, rahasia Tuhan tak pernah terbaca sejak awal kejadian. Segala yang terasa gelap dan menyedihkan, boleh jadi ada sinar kegembiraan yang tersembunyi di dalamnya. Hikmah pada umumnya berada di balik peristiwa, bukan dipamerkan sejak muasal. Manusia harus diuji dulu sebelum memperoleh nilai atas perjuangannya: bersabar, ikhtiar, dan ikhlas.

Mungkin Anda tahu nama kapal pesiar itu. Benar. The Titanic. Kapal yang diberi nama indah Titanic itu memang luar biasa megah. Kapal pesiar yang agaknya dibuat dengan sebuah kesombongan, seolah hendak mengalahkan Sang Maha Pencipta. Ketika lepas dari dok dan mulai turun ke dermaga, sang pemilik (atau perancangnya?) mengatakan kepada public: “Titanic, kapal yang luar bias, bahkan Tuhan pun tak sanggup menenggelamkannya.”

Boleh jadi itu hanya bercanda, untuk meyakinkan kepada para calon penumpang yang tentu merasa bangga dapat ikut berlayar di dalamnya. Tapi malaikat mencatanya, barangkali, sebagai semacam arogansi yang harus diberi pelajaran. Alangkah kerdilnya jiwa manusia, yang merasa betapa hebat hasil karyanya. Sementara ada Maha Pencipta yang tak mungkin dilawan.

Gunung es, hanya dengan sepucuk gunung es, selesai sudah. Dan sesumbarnya gugur oleh kenyataan: Titanic ditenggelamkan "TUHAN"

(Interlude-Jeda)


Sumber: cerita motivasi di facebook

Comments

Popular posts from this blog

Tips Android: Cara Login Lebih dari Satu Akun Gmail

Android, sebagaimana kita ketahui juga adalah merupakan Smartphone canggih yang tentunya dirancang untuk tak sekedar menelepon atau SMS saja, namun juga memiliki fitur untuk komunikasi yang terkoneksi dengan internet seperti chatting, media sosial atau bahkan untuk berkirim email.
Khusus untuk yang terakhir disebutkan tadi, kita ketahui bersama kalau Android itu identik dengan Google. Bahkan untuk dapat menggunakan Smartphone ini kita diwajibkan untuk memasukkan akun google agar bisa mengakses berbagai fitur android seperti Gmail, Play Store, bahkan Google Wallet. Beberapa teman saya mengaku kesulitan ketika mereka memiliki 2 buah akun gmail dan ingin dua duanya online dalam satu perangkat android mereka. Dalam aplikasi Gmail Android sendiri, tidak terdapat pilihan untuk membuat multiple akun seperti pada versi Google Chrome di desktop. Lalu bagaimana cara agar kita bisa login lebih dari satu akun Gmail pada android? Simak langkah langkah berikut ini:

The Notebook - Film Paling Romantis?

Entah kenapa aku lagi pengen drama romantis.. Iseng-iseng nyari rekomendasinya di google. Dan kebetulan film inilah yang pertama aku temukan beserta link downloadnya. Ya sudah, hajar! hehe..

The notebook (2004) Bercerita tentang kisah cinta Noah, seorang pemuda desa miskin dan Allie, gadis kota dari keluarga berada. Berbagai rintangan mereka lalui dalam hubungan mereka. Jarak dan waktu pun tak lantas melunturkan rasa di antara mereka. Terdengar romantis bukan? itu belum apa-apa, kalian akan menemukan berbagai momen-momen yang begitu menyentuh hati ketika menonton sendiri filmnya.

Film ini dibuka dengan adegan seorang lelaki mengayuh perahu di danau pada senja hari. disekelilingnya, burung angsa beterbangan entah menuju ke mana. Dari sebuah rumah di dekat sana seorang wanita tua sedang memperhatikan dia, dengan tatapan yang penuh makna. Sungguh sebuah adegan pembuka yang luar biasa, ditambah lagi adegan itu diiringi backsound instrumen piano. Menit-menit pertama yang langsung membuatk…

Aku bisa mencium bau kematian!!

*PERINGATAN: beberapa isi tulisan maupun gambar dalam postingan ini mungkin akan terlihat dan terdengar menyeramkan bagi sebagian orang, alangkah baiknya apabila saat anda membaca tulisan ini anda sedang tidak sendirian. jika anda merasa belum siap mental lebih baik jangan diteruskan membaca.