Skip to main content

Posts

Review Film Pengabdi Setan (1980 & 2017)

Beberapa waktu belakangan, sepertinya sineas Indonesia kembali mau menggarap film horror dengan lebih serius. Seperti kita ketahui bersama, selama 8 tahun ke belakang film horror lokal mendapat citra negatif karena lebih mirip film semi bokep ketimbang film horror. Dan lucunya.. film-film tersebut malah justru laku keras di pasaran.
Padahal jauh beberapa dekade yang lalu, film horror Indonesia pernah mencapai masa jaya-jayanya. Yang seumuran denganku masa kanak kanaknya pasti sangat terhantui dengan sosok-sosok hantu legendaris seperti si manis jembatan ancol, atau juga sosok Almh Sussana yang berperan sebagai sundel bolong. Dan jujur, hingga kini aku sendiri masih trauma untuk menonton film-film tersebut.

Diantara banyaknya film horror di era itu, ada satu film yang sangat sukses dan diakui dunia Internasional sebagai film horror terseram. Judul film tersebut adalah Pengabdi Setan (rilis tahun 1980)

Mungkin atas dasar prestasi itu, Joko Anwar (salah satu sutradara lokal favoritku) m…
Recent posts

JNE, Yakin Esok Sampai? ga yakin!

Di era belanja online yang kini sudah semakin membudaya, seharusnya pihak ekspedisi berlomba untuk meningkatkan pelayanannya agar tidak tergeser oleh kompetitor. Tapi sepertinya hal tersebut tidak diprioritaskan oleh salah satu jasa ekpedisi yang sudah cukup lama dan populer, JNE.

JNE sendiri memiliki layanan andalan yaitu YES (Yakin Esok Sampai) dimana mereka menjamin barang yang dikirim pada suatu hari akan sampai ke tujuan keesokan harinya, meski pada hari minggu atau hari libur lainnya (berlaku hanya untuk daerah-daerah tertentu saja). Bahkan mereka berani memberikan jaminan biaya kirim kembali apabila kiriman tidak diterima pada keesokan harinya melewati pukul 23:59


Awas, jangan langsung percaya dengan struk bukti transfer.

Zaman serba online seperti sekarang ini memang membuat ruang pemasaran menjadi semakin luas, yang tentu saja membuat para pedagang bahagia, karena persentase penjualan bisa semakin meningkat. Namun hal tersebut bukannya tanpa kekurangan. Kalo dalam film superhero, pasti akan selalu ada tokoh jahat yang hadir dalam sebuah cerita. Tokoh yang selalu mampu memanfaatkan situasi untuk kepentingan dan kepuasan dirinya sendiri. Nah dalam dunia transaksi online juga pasti akan ada orang orang yang mampu berpikir out of the box alias suka bikin kalut dan pantas digebuk seperti itu.

Sebelumnya, aku sudah pernah menulis tentang tips berbelanja online yang aman, yaitu disini dan disini. Nah, kali ini aku akan menulis dari sisi penjual barang. Ternyata modus penipuan tidak hanya menimpa pembeli saja loh. Penjual pun ternyata berpotensi untuk jadi korban penipuan. Loh, gimana caranya? Kebetulan kemarin aku mengalami sendiri dan hampir saja kena tipu. Jadi kupikir tak ada salahnya kuceritakan disini…

Review: Annabelle Creation

Kemunculan pertama Boneka Annabelle di film The Conjuring (2013) memang cukup memberi terror bagi para pecinta film horror. Sayang, ketika ia diberi kepercayaan menjadi peran utama dalam judul Annabelle (2014) - baca reviewnya disini - pamor Boneka berwajah menyeramkan ini nampak meredup karena filmnya tak mendapat rating yang cukup baik dari para kritikus. Kini di tahun 2017, cerita mengenai keseraman boneka yang hobi duduk di kursi goyang ini kembali dihadirkan dengan judul Annabelle: Creation. Lalu apakah film ini akan bisa kembali mengangkat pamor keseraman hantu boneka Annabelle? kita simak ulasannya.

Sedikit cerita tentang Nikon D90ku

Sedikit berbagi pengalaman nih, hari ini aku resmi jadi pengguna Nikon D90 setelah sebelumnya hanya mencicipi kamera kamera kelas pemula macam D3100 dan juga D5100. Meskipun sebenarnya aku sudah sangat puas dengan kualitas foto yang dihasilkan D5100ku, namun karena pekerjaanku sudah mulai tak terkendali, maka kuputuskan untuk membeli kamera tambahan. Niatnya sih mau sekalian aja D7000 atau D7100 namun apa daya kantong lagi cekak gini. Akhirnya kuputuskan untuk membeli D90 yang meski sudah jadul, namun katanya masih sangat populer di kalangan fotografer.

Review Insidious Chapter 3

Kehadiran film Horror dengan judul Insidious di tahun 2010 silam telah membawa para pecinta genre ini pada sebuah pengalaman luar biasa yang mampu memicu terjadinya mimpi buruk pasca menonton film tersebut. Kesuksesan itulah yang membuat sekuel sekuelnya terus saja diproduksi untuk tahun tahun berikutnya. Di tahun 2015 ini Insidious telah memasuki chapter 3, agak janggal memang, karena chapter 3 ini sebenarnya bukanlah sekuel. Insidious chapter 3 merupakan prekuel atau awal cerita sebelum terjadinya tragedi yang menimpa keluarga Lambert di Insidious chapter 1 dan 2. Lalu pentingkah bagi kita untuk merogoh kocek untuk membeli tiket film ini dikala perekonomian sedang dalam masa sulit seperti sekarang?

Bangku Taman (Bab1)

BRoooot....

“njir, kenapa lu kentut disini tong?”
“buset dah mana bau banget lagi..”

“wahahaa... sori bro, kaga nahan lagi nih, kayaknya perut ane mules abis nge eksekusi mangga hasil nyolong di kebonnya Mang Sapran pagi tadi.”

“yaudah, cabut yuk... kalo disini terus bisa bisa bodi gue ngerempeng kena radiasi kentut lo.. noh liat, bunga di taman aja udah layu gegara kentut lo.”

“yuk dah, cabut.. ada WC umum gak ya disekitar sini? Kalo ga ada ya WC khusus juga gapapa deh. Ni mangga dalam perut kayaknya udah kaga betah nongkrong di dalam bodi gue”

“alah, tu urusan lo... yg penting sekarang kita cabut dari taman yang udah lu kasih polusi berbahaya ini.”

“yuk..”

Kedua remaja tanggung itupun berlalu pergi.. beranjak dari sebuah bangku taman yang telah mereka duduki sejak 2 jam yang lalu. ya, sebuah bangku taman yang nyaris tidak pernah kosong baik pagi maupun sore hari. Disebut bangku taman karena ia memang berbentuk bangku dan terletak di sebuah taman di tengah kota. Lain halnya jika ia terletak…